Shadow

Sekolah Jangan Buat Aturan Sendiri


Sedih dan kecewa, ketika sekolah tetap memaksakan anak murid belajar tatap muka dengan alasan apapun.

Oleh: kusmito gunawan (Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu)

Saya merasa sedih dan kecewa, jika ada sekolah yang masih menafsir serta membuat regulasi sendiri atas SE Walikota Bengkulu No.420/9.19/1.D.DIK/2020 Tgl 12 Juli 2020. Dimana materinya mempertegas bahwa sistem belajar mengajar ditingkat TK/PAUD/PKBM/SD/MI/SMP/MTs tetap menggunakan metode daring.

Ini pada prinsipnya walikota Bengkulu sadar benar bahwa pademi civid-19 ini masih belum berakhir, oleh karenanya aktivitas anak-anak wajib pemerintah menjaga dan mengawasi, sebagai tugas dan amanah dari rakyat juga.

Kita mendapat info bahwa ada beberapa sekolah yg membuat tafsir baru dan menerbitkan aturan yg berbeda, misal mengharuskan anak datang ke sekolah, daftar ulang, belajar di kelas, dsb. Ini tentunya keliru, saya selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu menilai ada yang belum pas dari sosialisasi atas SE ini dan tentunya ini menjadi tanggungjawab kepala dinas Dikbud Kota Bengkuku dan pejabat dilingkunganya. Ketidakberesan ini tentunya mejadi bahan evaluasi kinerja dinas oleh walikota.

Saya harus katakan bahwa saya percaya 1000 persen atas data pemerintah yg disampaikan oleg tim gugus tugas nasional dan daerah. Faktanya per Munggu 12 Juli 2020 kasus positif covid berjumlah 75.699 dan positif Provinsi Bengkulu berjumlah 163, terbanyak ada di Kota Bengkulu.

Merujuk pada fakta ini, jelas jangan jemawa, jangan lengah, jangan sok-sokan. Selamatkan anak-anak kita dengan kekuasaan dan kemampuan yg ada. Saya juga tidak sepakat jika new normal diterapkan pada tingkat pendidika. Tujuan new normal dalam surat menkes beberapa bulan lalu adalah untuk dunia usaha, kerja dan industi. Tambah keliru jika ada orang tua yang menyamakan dengan aktivitas dipasar, mall, tempat hiburan, jajanan, masjid, dll. Jelas, itu aktivitas untuk orang dewasa yg sudah mengerti ttg covid dan ilmunya. La anak-anak yg masih kecil, umur kecil, ilmu kecil disamakan, Anak-anak itu dunia bermain, dan sangat rentan tidak menerapkan protokol kesehata.

Sabar, dan yakin tidak akan bodoh dan tertinggal anak-anak kita ketika tetap untuk sementara ini belajar secara daring, yang penting metode dan pembaharuan cara belajarnya harus menjadi perhatian kita bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *