Shadow

Berawal Dari Kekaguman, Berlabuh Ke Pelaminan // Pemburu TKP Menikah //

OpiniTerkini.com, – Rasa bahagia menyelimuti dua sejoli yang akan melangsungkan prosesi akad nikah, (25/7, Red). Dimana, Benni Hidayat atau biasa akrab disapa Benni Bro mengakhiri kegalauannya bertahun – tahun dengan mempersunting gadis berparas cantik nan rupawan asal Musi Rawas Ivon Agla.

Benni bro yang terkenal dengan tulisan tajam dan menggigit tersebut mencurahkan isi hatinya di media sosial Facebook miliknya terkait pernikahannya dengan Ivon Agla.

Beranjak berhenti bekerja sebagai Redaktur di salah satu perusahaan media besar Bengkulu, Benni Bro mengalami pasang surut. Seperti ombak laut.

Memulai menjajal menjadi seorang pebisnis, Benni Bro membuka usaha penjualan rokok elektrik atau Vape. Namun sayang, takdir Benni tidak menjadi seorang pengusaha, toko Vape yang sempat naik daun di provinsi Bengkulu, akhirnya tutup dengan tidak diketahui apa penyebabnya.

Gagal dari usaha bisnis, Benni Bro yang dulunya bekerja di Perusahan Media, merasa terpanggil jiwanya membuat media online yang bernama Bencoolentimes.com. Ini awal mula Benni Bro menjajaki kembali menjadi seorang Wartawan.

Dengan semangat berjuang yang tinggi, Bro berusaha sekuat mungkin untuk media onlinenya diterima dan mendapatakan kepercayaan dari pembaca masyarakat Bengkulu. Alhamdulillah, BencoolenTimes.com sempat menjadi pilihan utama di hati masyarakat.

Membaca peluang, Benni bro menjajaki menjadi seorang Youtuber atau membuat channel YouTube. Lahirlah, Chanel youtube Pemburu TKP BD TV Cacam nian. Dengan konsep yang sama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, BD TV Cacam nian bertumbuh besar dengan subcribe hingga saat ini mencapai 17,6 subriber. Tentunya, ini tak lepas dari kegigihan Benni Bro yang terjun langsung melaporkan setiap kejadian peristiwa yang terjadi langsung dari TKP.

Bertumbuh besarnya Channel BD TV Cacam Nian di Bengkulu membawa berkah untuk kehidupan Benni Bro. Selain income ratusan Dollar yang diterimanya dari YouTube, ternyata Benni Bro menemukan seorang wanita Ivon Agla yang hari ini (25/7, Red) secara resmi dipersunting atau dinikahinya.

Wooooowwww, Benni Bro Akhirnya Nikah Lagi.

Diceritakan Benni di Akun Facebooknya, perkenalannya dengan Ivon Agla, berawal dari kekaguman Ivon terhadap channel YouTubenya Pemburu TKP BD TV Cacam Nian.

Dari sini berawal. Ada sosok wanita cerdas, dia sarjana hukum, yang suka berita-berita peristiwa. Dia Cacamania (penonton dan fansnya BDTV). Dia Ivon Agnes Langi.

Dia sering komen di kolom komentar BDTV. Saking fansnya, dia cari nomor HP saya. Dapat nomor itu, dia WA mengenalkan dirinya.

“Dapat WA dari fans, saya gak begitu kaget. Memang banyak orang-orang yang ngajak kenalan, sejak BDTV melesat. Tentunya, paling banyak cewek yang ngajak kenalan,” kata Benni dengan cacam nian.

Hingga sekitar akhir Februari 2020, saya dan kru lainnya butuh tambahan personel untuk bagian admin. Karena kami sering di lapangan, kami gak sempat mengurusi kerjasama dan administrasi lainnya.

Bukan perkara gampang mencari personel untuk kerja full time di media. Akhirnya saya coba menawarkan ke Ivon. Pertimbangannya, dia suka BDTV, kenapa dia gak gabung saja.

Gayung bersambut, dia semangat menerima tawaran itu. Cuma saya kaget pas tahu ternyata dia tidak tinggal di Bengkulu. Tapi di Musi Rawas Sumatera Selatan.

Tapi dia tetap ngotot menerima tawaran itu, tanpa saya tahu ternyata ada udang di balik batu. (baca sampai habis untuk tahu kenapa ada udang di balik batu itu).

Kelang beberapa hari, dia sampai di Bengkulu. Tentunya setelah izin orangtuanya untuk kerja di Bengkulu. Maklum, dia masih gadis. Jadi kami wajibkan harus ada izin orangtua, kalau mau bergabung di BDTV.

Di luar dugaan kami yang sudah lebih dulu di BDTV, walau cewek, Ivon ini ternyata pekerja keras, sama dengan kami yang sudah lama di BDTV.

Dia juga cerdas. Apapun instruksi yang saya berikan, dia laksanakan, meski dengan kekurangan yang kami alami selama membangun BDTV. Termasuk kendala keuangan. Dia mampu bertahan dan pantang menyerah.

Beberapa bulan berjalan, dia mulai merasakan banyak ujian. Baik dalam pekerjaan, maupun urusan dan cobaan yang dilalui anak muda, apalagi kalau bukan urusan cinta.

Salah satunya, saya terkejut ketika dia mengutarakan kesukaannya pada saya. Kaget, tapi bagi saya itu biasa saja.

Bukan bermaksud sombong, Bukan satu dua wanita saja yang pernah mengutarakan itu. Banyak, tapi tidak saya gubris. Karena saya tetap pada doa, biar Allah yang datangkan kalau itu memang jodoh saya.

Anak ini ngotot sekali. Padahal saya tahu, banyak cowok yang mengincar dan mengejar dia.

Entah sudah berapakali dia utarakan kesukaannya. Selalu saya jawab, “Maaf, saya belum bisa menerima niatmu. Kita fokus pada pekerjaan saja,”.

BUKAN CINLOK, KENAPA MENDADAK
Sejak sakit hati menyelimuti, dia mulai tak terkendali. Pekerjaan mulai ada yang ditinggalkan, karena lebih mementingkan urusan masa mudanya, ketimbang pekerjaan. Dia mulai meninggalkan kami BDTV, tak seperti sebelum-sebelumnya.

Dia melewati masa-masa sulit. Kami pun terimbas. Bahkan mulai memikirkan, jika kemungkinan terburuk terjadi, kami cari orang lain untuk menggantikan posisinya di perusahaan.

Puncak dari itu semua, tiba-tiba dia kembali mengutarakan maksud kedatangannya ke Bengkulu dan bergabung bersama kami di BDTV.

Maksud dia mau bergabung inilah, sebagai jawaban saya untuk membantah pernyataan banyak orang yang menyebut kami cinlok (cinta lokasi). Ternyata dia sudah suka sejak sebelum bergabung di BDTV. Bukan ketika dia sudah bekerja dengan saya.

“Aku sengaja datang ke Bengkulu, karena mau ketemu abang. Aku suka sama abang sejak sebelum aku bergabung dengan BDTV. Ibuku juga tahu itu,” ucapnya.

Aku tertunduk dan bergumam dalam hati, ya Allah anak satu ini bener-bener pantang menyerah.

“Ya sudah. Aku suka dengan sosok wanita seperti kamu dek. Kamu baik dan pantang menyerah. Tapi itu aku simpan dalam-dalam, bahkan aku berupaya untuk menghilangkan rasa itu. Karena gak segampang itu aku bisa membuka hati. Apa anak-anak aku bisa menerima kamu, karena anak-anak hal terpenting dalam hidupku. Sudah, sekarang mengalir saja. Kita lihat apakah kamu bisa menaklukkan hatiku yang berulangkali dibuat kecewa,” itu jawabku.

Dia pun saya uji, tanpa dia sadari, setiap anakku video call, HP aku kasih sama dia. Subhanallah, cacam nian.

Ternyata dalam waktu singkat, dia berhasil mengambil hati anakku. Padahal pernah ada wanita cantik, yang ditolak mentah-mentah oleh anakku.

“Ok dek, kamu berhasil menaklukkan hal terpenting dalam hidupku. Yaitu, anak-anakku,” kataku.

Dia langsung membalas, “Kalau abang mau menerima aku, apakah abang sungguh-sungguh mencintai aku?” ucapnya serius.

“Hei dek, kau mau aku tunjukkan kesungguhan pria sejati yang diajarkan Papaku (Almarhum)?. Sekarang juga, mana nomor orangtuamu?” tegasku

“Kalau ada cowok yang ngaku sungguh-sungguh, tapi dia gak berani dan gak segera telpon orangtua ceweknya, itu cowok bukan tipe pria sejati. Itu cowok modus,” tambahku.

Dia kaget, beberapa kali dia menanyakan ulang apa benar mau telpon orangtuanya secepat itu.

“Kau mau aku sungguh-sungguh gak? Mana sini nomor orangtuamu. Sekarang juga aku telpon,” pintaku dengan tegas.

“Assalamualaikum, Mak (ibunya Ivon) ini saya Benni. Saya mau Ivon nanti jadi tanggungjawab saya sepenuhnya. Mak izinkan saya serius sama Ivon?” ucapku.

“Iya nak Ben. Mak sudah tahu Ivon memang suka nak Ben sejak lama, makanya dia mau ke Bengkulu itu karena mau ketemu nak Ben. Ivon cerita semuanya. Kalau nak Ben juga suka, perjuangkan lah si Ivon nya,” jawab Mak ditelpon.

Jawaban yang hampir sama, juga saya dapat dari Ayahnya. Ivon pun saya pertemukan dengan Mama saya di rumah. Mama juga setuju.

Sejak telpon orangtuanya dan sudah bertemu mama, keesokan harinya sebuah insiden terjadi. Di luar dugaan, dia diuji, yang ujian itu sangat mengecewakan saya. Hari itu juga, saya tinggalkan dia, dan lebih fokus untuk pekerjaan.

Kelang 2 hari, tepatnya Jumat 10 Juli 2020. Tiba-tiba dia WA, meski sebelumnya saya sudah minta dia tidak menghubungi saya lagi.

“Bang, aku sholat Istigharah. Dan aku ditunjukkan sosok abang yang jadi pilihanku. Tapi bang, aku gak mau pacaran sama Abang. Aku minta Abang nikahi aku,” tulisnya.

Saat aku membaca WA nya itu, di depanku ada Mama. “Ben, Mama mau nanya. Kamu suka sama Ivon? Kalau kamu suka, nikahi dia,” kata Mama.

Selintas aku pun teringat kata Mamak (Ibunya Ivon) beberapa hari sebelumnya, “Nak Ben, perjuangkan Ivon,” itu kata-kata Mamak.

Aku teringat doaku yang berserah pada Allah. Aku merasa yakin, jodoh inilah yang Allah datangkan setelah banyak proses yang kami lalui, walau dalam waktu beberapa bulan.

“Ok, aku nikahi Ivon,” jawabku sama Mama, begitu juga balasan WA ku ke Ivon.

Mama minta aku jemput Ivon, dan kami bertiga bicara serius soal nikah. “Ben, Mama gak mau lama-lama. Segera kamu nikahi Ivon, tanggal 25 bulan ini juga. Karena Mama akan lama di Padang, untuk meresmikan masjid yang kita dan keluarga besar kita bangun di sana,” perintah Mama.

Aku dan Ivon kaget, secepat itu Mama minta kami nikah. Aku pikir bisa dikasih waktu beberapa bulan untuk mencari uang, atau kalau boleh tahun depan.

Ivon pun bingung untuk menyampaikan pada orangtuanya, dengan waktu yang secepat itu.

“Mama minta sesegera mungkin. Sebelum Mama ke Padang, kalian sudah nikah. Paling tidak akad dulu. Mama gak mau nanti timbul fitnah, atau terjadi apa-apa dengan Ivon, karena kalian sudah saling menyukai,” perintah Mama lagi.

SEMUA DIMUDAHKAN ALLAH
Kebingungan berat, malah saya alami. Karena kondisi saya sedang kantong kering. Bener-bener gak ada uang, bahkan minus. 🤦🏻‍♂️

“Bismillah, insya Allah siap Ma. Kalau memang itu permintaan Mama untuk segera akad. Aku yakin Allah akan bantu,” itu saja jawabku.

Benar saja, meski saya harus pontang panting dan tahan malu, ternyata ikhtiar dan kesungguhan untuk menikah, Allah lancarkan.

Allah menggerakkan hati orang-orang baik. Meski singkat, akhirnya saya dapat uang untuk nikah, walau terpaan covid-19 yang membuat banyak orang dalam keadaan susah.

Saya pun berangkat ke Lampung mengambil surat kuning (surat cerai), yang sudah 3 tahun ada di Pengadilan Agama di salah satu kabupaten Provinsi Lampung.

Di Lampung juga, Ivon bertemu anak-anak hebatku. Subhanallah, cacam nian. Anak-anak menyambut gembira kedatangan Ivon.

Bahkan anakku yang paling kecil, anak yang selama ini tidak mau aku ajak jalan-jalan, malah nempel dengan calon Mama barunya. Malah ketika disuapin makan oleh Ivon, anakku itu habis melahap makan dengan porsi orang dewasa.

Kami juga sempat foto bareng, dengan keluarga baru mantan istri. Ada suaminya juga. Kami tersenyum gembira, menandakan bahwa kami tetap disatukan anak-anak kami dalam satu keluarga, meski dipisahkan dalam perceraian.

Dari Lampung, kami langsung menuju Musi Rawas Sumsel. Di situ saya disambut baik dengan keluarga calon istri. Semua proses berjalan lancar, hingga diputuskan 25 Juli 2020, kami akan melaksanakan akad nikah. (*)

Sumber : Akun Facebook Benni Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *