Shadow

Lahir Dari Rahim Seorang Guru, Dedy Wahyudi Komitmen Perhatikan Kesejahteraan Guru

Dedy Wahyudi “kecil” bersama ibunda tercinta
OpiniTerkini.com, – Rasa haru menyelimuti PLT Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, tetesan air mata pun jatuh di wajahnya saat memberikan kata sambutan pada acara Konferensi PGRI XXII Kota Bengkulu di Hotel Mercure, Senin (28/9).

Saat memberikan kata sambutan, Dedy Wahyudi teringat almarhumah Ibundanya Zahariah Kasim yang semasa hidupnya mengabdi sebagai seorang Guru Sekolah Dasar (SD). Dihadapan ratusan guru yang hadir, Dedy Wahyudi melontarkan bahwa dalam dirinya mengalir darah seorang guru.

“Saya terlahir dari rahim seorang guru SD, dan Ayah guru PGA,” ucap Dedy Wahyudi.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi mengatakan berkumpul dengan guru-guru memory saya langsung terbuai puluhan tahun silam. Apalagi saat menyanyikan dan mendengar mars PGRI dan himne guru. Tangga nadanya sangat familier.

“Saya hanya ingin menegaskan, bahwa jangan pernah ragukan komitmen seorang Dedy Wahyudi terhadap guru. Karena di tubuh saya mengalir darah guru. Dan saya bisa seperti ini, karena jasa para guru.” kata Dedy Wahyudi dihadapan ratusan Guru se – Kota Bengkulu.

lebih jelas Ia Menegaskan, Kalimat itu bukan maksud berharap aplaus, Tapi ini terlontar dari sanubari terdalam. Sebuah ungkapan rasa cinta, bangga dan bahagia menjadi anak guru.

Usai menghadiri acara konferensi PGRI, di hari yang sama Dedy Wahyudi membesuk Guru saat dirinya duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang sedang terbaring sakit.

“Di tengah acara selain teringat Ibunda, teringat guru SMP yang tengah terbaring sakit. Sudah lama sekali pengen besuk, namun selalu tertunda. Kemarin sore, niat itu ditunaikan,” ujarnya.

Diceritakan Dedy Wahyudi, Guru SMP saya ini namanya Bp Abdul Razak. Biasa disapa Pak Razak. Kepala SMPN 1 Mukomuko. Pernah menjadi Kepala SMP 7 Kota Bengkulu. Guru kami ini lama terbaring sakit. Usianya 83 Tahun. “Pak Razak adalah guru terbaik, karena jasa beliau lah saya dapat menjadi seperti saat ini. Terimakasih pahlawanku, jasamu akan ku kenang selalu,” tutup Dedy Wahyudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *